Brisik ID  1 Week, 6 Days ago

Menggigit Jogja Lewat Sepotong Bakpia

Bakpia
Foto: enaknyakemana.com

Tradisi tentang oleh-oleh sepertinya telah mendarah daging di dalam masyarakat kita. Hal ini tidak terlepas dari ukiran sejarah yang panjang. Tradisi yang kerap diasosiasikan dengan aktivitas plesiran ini telah berakar sejak kebudayaan di masa lalu.

Oleh-oleh identik dengan seseorang yang bepergian ke sesuatu tempat. Nah, pada saat ia kembali pulang, seperti sebuah keharusan untuk membawa sesuatu yang memang menjadi ciri dari daerah yang didatangi. Tradisi membawa oleh-oleh atau cinderamata ini pun akhirnya terus menguat, terlebih lagi dengan adanya tradisi melancong yang ngetren.

Melihat fenomena itu dari waktu ke waktu, kebiasaan yang terus berlanjut seperti ini kemudian kian menguat. Lantas, tidak berlebihan jika oleh-oleh adalah sesuatu elemen yang sudah seperti ritual sosial yang wajib.

Oleh-oleh memiliki beragam wujud, tidak hanya berbentuk barang, tapi juga makanan. Biasanya, oleh-oleh tersebut haruslah merupakan sesuatu yang menjadi ikon dari daerah yang menjadi tujuan berplesiran.

Yogyakarta, selaku daerah yang menjadi salah satu destinasi wisata pun turut terkena imbas dari budaya oleh-oleh ini. Bicara soal oleh-oleh khas Yogyakarta, tentu tidak akan jauh-jauh dari Bakpia. Kue camilan satu ini memang sudah sangat melekat dan menjadi representasi wajib untuk dijadikan oleh-oleh.

Akan tidak lengkap rasanya jika tidak membawa pulang Bakpia setelah bertamu ke tempat yang terkenal dengan Malioboro-nya ini. Terlebih lagi, kue yang berbentuk bundar ini memang sangat mudah untuk ditemukan di berbagai sudut Yogyakarta. Di berbagai sudut, baik yang tersembunyi maupun tidak, gerai-gerai yang menjajakan kue ini menjamur. Menariknya lagi, masing-masing gerai menawarkan Bakpia yang berbeda, baik dari segi resep maupun dari varian rasa.

Dengan bentuknya yang khas, Bakpia adalah camilan yang punya isian dari berbagai varian rasa. Dari yang awalnya kacang hijau, variannya pun semakin bertambah, mulai dari cokelat, keju, susu, teh hijau, hingga buah-buahan seperti durian.

Selain itu, kita juga bisa memilih untuk membeli bakpia dari gerai yang menawarkan bakpia kualitas premium, atau pedagang-pedagang kaki lima yang lebih mengusung kesederhanaan.

Keragaman ini juga yang mempengaruhi patokan harga Bakpia. Untuk harga Bakpia biasanya dipatok dengan harga Rp10 ribu - 50 ribu per 10 bijinya. Itu tergantung dari gerai atau pedagang tempat kita membelinya.

Rasa legit yang ditambah dengan isiannya yang beragam, membuat Bakpia menjelma sebagai salah satu camilan yang paling diburu oleh wisatawan. Salah satu daerah yang terkenal dengan sebutan sentra penghasil Bakpia adalah daerah Pathuk di Yogyakarta.

Bakpia

Melalui statusnya sebagai ciri khas, tentu tak berlebih jika Bakpia disebut sebagai salah satu representasi Yogyakarta. Lewat sepotong gigitannya, kita bisa merasakan sentuhan Yogyakarta yang begitu sederhana dan bersahaja.

Akan tetapi, sebelum popular seperti sekarang, kue ini juga punya sejarah yang panjang. Dahulunya, Bakpia adalah kue yang berisi daging babi. Hal itu merujuk pada istilahnya yang diadopsi dari bahasa Hokkian yang bertautan dengan budaya Tionghoa. Kata “Bak” sendiri merujuk pada daging, sementara “Pia” adalah kue. Namun, berkat adanya proses penyesuaian budaya, isian daging pun diubah menjadi Kacang Hijau, sebelum akhirnya terus bertambah seperti yang bisa dilihat sekarang ini.


Tags:

Featured Video

Berlangganan Newsletter

Daftarkan emailmu sekarang dan dapatkan newsletter berisi informasi menarik seputar destinasi wisata dan kuliner!