3 Months, 3 Weeks ago

Makanan yang Diburu Warga Palembang Saat Bulan Ramadhan



Tak terasa sebentar lagi bulan suci Ramadan akan segera tiba. Biasanya pada momen ini akan ada banyak makanan khas yang diburu oleh orang-orang saat berbuka puasa. Sama halnya dengan di kota Palembang, kota yang dijuluki dengan 'Kota Pempek' ini ternyata memiliki aneka ragam pilihan kuliner istimewa yang telah menjadi tradisi masyarakat, khususnya saat berbuka puasa. Ingin tahu seperti apa hidangan kuliner yang ada di Kota Palembang saat Ramadan?  Berikut ini beberapa diantaranya:

Ragit

Ragit
Sumber gambar: akurat.co

Ragit merupakan makanan yang tampak mirip dengan roti jala India. Bentuknya seperti dadar gulung, disantap dengan kuah kari daging. Ragit terbuat dari adonan tepung terigu, telur dan garam, kemudian dibentuk dengan cetakan corong membentuk jala dan dimasak sampai matang.

Biasanya terdapat dua jenis ragit, yaitu ragit berbentuk segitiga dan ragit rajut yang dibentuk seperti dadar gulung. Sebelum disantap, ragit akan disiram dengan kuah kari dan diberi taburan bawang goreng dan potongan cabai hijau.

Di Palembang, ragit ini hanya dijual saat bulan puasa. Di luar bulan puasa, ragit hanya dijual oleh para pedagang komunitas Arab, seperti di kota Batu, Pasar Kuto dan daerah Sayangan. Karena sulit didapat, maka tak heran makanan ini pun menjadi buruan warga Palembang saat menjelang buka puasa.

Roti Koing

Roti Koing
Sumber gambar: ngidangbuko.wordpress.com

Kuliner ini merupakan roti tawar berbentuk bulat seukuran bola pingpong yang terbuat dari gandum tanpa gula. Roti koing merupakan salah satu makanan legendaris, pasalnya sudah ada sejak zaman penjajahan dan hanya ada saat bulan Ramadan.

Walaupun rasanya hambar, roti ini cukup disukai masyarakat Palembang. Sebelum dimakan biasanya roti koing direndam terlebih dahulu ke dalam minuman panas seperti teh, kopi atau susu. Roti koing dapat banyak ditemukan pada sejumlah pasar tradisional di Palembang. Harganya pun relatif murah, hanya sekitar Rp 3 ribu per bungkusnya.

Gulo Puan

Gulo Puan
Sumber gambar: youtube.com

Gulo puan bisa diartikan ‘gula susu’ sesuai bahan dasar pembuatannya yaitu gula dan susu kerbau yang dibuat menjadi sejenis karamel. Teksturnya lembut, sedikit berpasir dan berwarna cokelat. Rasanya yang manis membuat gulo puan sering disajikan sebagai menu berbuka puasa. Walaupun sudah langka ditemukan, namun saat Ramadan biasanya akan banyak pedagang yang menjual gulo puan ini di sejumlah tempat, seperti di pelataran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Dulunya, gulo puan ini menjadi makanan kesukaan para bangsawan kerajaan Palembang. Gulo puan biasanya disajikan bersama kopi, roti, ataupun pisang goreng.

Celimpungan

Celimpungan
Sumber gambar: beepdo.com

Bahan dasar celimpungan adalah adonan sagu dan ikan seperti empek-empek. Yang menjadi perbedaan di antara keduanya adalah bentuk celimpungan yang bulat dan tipis, mirip seperti bakso dan kuahnya yang terbuat dari santan dan racikan bumbu-bumbu lainnya. Walau saat ini celimpungan cukup sulit ditemukan, namun saat bulan puasa celimpungan akan menjadi salah satu kuliner yang paling banyak dijual, khususnya di Pasar Beduk.

Tags:


Featured Video

Newsletter Sign Up

Daftarkan emailmu sekarang dan dapatkan newsletter berisi informasi menarik seputar destinasi wisata dan kuliner!