Brisik ID  4 Weeks, 9 Hours ago

Kombinasi Spektakuler Ranu Kumbolo dan Gunung Semeru

Ranu Kumbolo
Foto: triparchipelago.com

Jika kamu familiar dengan wisata Gunung Semeru, maka kamu pasti tahu jika Ranu Kumbolo dan Gunung Semeru adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang berada di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Danau cantik ini berada dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan merupakan lokasi favorit para pendaki untuk kemping selama pendakian menuju puncak Gunung Semeru.

Karena akses ke Ranu Kumbolo tergolong mudah, maka tempat ini menjadi destinasi utama para pelancong, baik yang ingin menikmati pagi indah ataupun menikmati cantiknya matahari terbit. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika danau ini dipenuhi banyak pengunjung di akhir pekan ataupun di tanggal merah.

Suasana pagi hari merupakan hal utama yang menjadi daya tarik tempat ini. Setidaknya ada 2 spot favorit untuk melihat matahari terbit di Ranu Kumbolo, yaitu Pohon Keramat dan Tanjakan Cinta.

Pohon Keramat

Pohon Keramat Ranu Kumbolo
Sumber: traveloka.com

Pohon Keramat terletak di bibir Danau Ranu Kumbolo. Pada pohon ini kamu akan menjumpai balutan kain pembungkus batang pohon pada bagian bawah sebagai tanda bahwa pohon ini adalah pohon keramat. Terdapat pula batang pohon rubuh yang jatuh ke danau, membuat lokasi ini menjadi spot favorit untuk berfoto. Waktu terbaik adalah di pagi hari, dimana latar belakang dua lekukan bukit di belakang terlihat sangat cantik.

Tanjakan Cinta

Tanjakan Cinta Ranu Kumbolo
Sumber: travel.tribunnews.com

Belum jelas kenapa lokasi ini disebut sebagai Tanjakan Cinta. Namun yang pasti spot ini menyuguhkan pesona alam yang luar biasa. Di Tanjakan Cinta kamu bisa melihat pemandangan danau yang luar biasa indah. Terlebih di pagi hari, keindahannya berlipat karena air danau tampak kemilau akibat sorotan tajam mentari pagi.

Dataran di bawah Tanjakan Cinta disebut-sebut sebagai spot terbaik menikmati matahari terbit. Di spot ini dikatakan transisi cahaya tampak jelas terlihat dan tepat berada di tengah-tengah kedua bukit Ranu Kumbolo.

Kamu juga tidak perlu khawatir kehabisan tempat mengambil foto, mengingat tempatnya sangat luas.

Mencapai Ranu Kumbolo
Bagi kamu yang ingin berlibur ke Ranu Kumbolo, kamu bisa terlebih dahulu pergi ke Surabaya, baik menggunakan pesawat terbang ataupun kereta api. Sesampainya di Surabaya, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Gubeng (berjarak sekitar 45 menit jika kamu berangkat dari Bandara Juanda).

Dari Stasiun Gubeng, naik kereta api jurusan Stasiun Klakah Lumajang yang jaraknya sekitar 2.5 jam. Dari Stasiun Klakah, lanjutkan perjalanan ke Kota Lumajang dan disarankan menginap di sana.

Lanjutkan perjalanan kamu keesokan harinya di pagi hari ke Desa Ranu Pani. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 3 jam melalui rute yang menanjak dan berkelok. Pos perizinan akan dibuka pukul 8 pagi dan para pengunjung akan diminta melakukan registrasi ulang (sebelumnya kamu harus melakukan pendaftaran secara online terlebih dahulu). Setelah registrasi ulang dan pengecekan selesai, kamu bisa memulai trekking sejauh 12 km ke Ranu Kumbolo.

Penginapan
Kamu dapat menginap di Kota Lumajang sebelum maupun sesudah mengunjungi Ranu Kumbolo. Hotel Gajah Mada merupakan hotel favorit yang biasanya menjadi sasaran utama para wisatawan. Hotel ini terletak di pusat kota dan bertarif sekitar 400-500 ribu per malam.


Tags:

Featured Video

Berlangganan Newsletter

Daftarkan emailmu sekarang dan dapatkan newsletter berisi informasi menarik seputar destinasi wisata dan kuliner!