Jadi Smart Airport, Hotel Kapsul Sekarang Tersedia di Terminal 2 Bandara Soetta

Good News From Indonesia  1 Week, 5 Days ago 203

Smart Hotel Capsule Soekarno Hatta Terminal 2
Sumber gambar: Digital Airport Hotel


Kawan GNFI yang suka melancong pasti tahu dengan tren hotel kapsul beberapa tahun terakhir ini, kan? Selain praktis, harga yang cenderung lebih murah dan praktis kerap jadi alasan para pelancong memilih hotel kapsul. Nah, untuk mendukung dan memperkuat implementasi Smart Airport, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini menghadirkan hotel kapsul di Terminal 2, lho.

Sebelumnya, pihak bandara juga sudah menyediakan penyewaan hotel kapsul di Terminal 3 yang tersedia dalam 120 kamar. Namun ada yang lebih spesial kali ini. Selain hotel kapsul, Digital Airport Hotel, PT. Angkasa Pura II juga menyediakan lima sleeping pod di Terminal 2. Ini disediakan bagi para pelancong yang membutuhkan efisiensi dan kepraktisan yang lebih.

Hanya saja sleeping pod ini masih dalam tahap percobaan dan belum bisa digunakan untuk publik. Sementara untuk penyewaan hotel kapsul sudah dibuka sejak 27 Februari 2020 dan sudah tersedia 136 kamar kapsul.  PT. Angkasa Pura II memang sedang terus mengupayakan dan mengimplementasikan konsep Smart Airport yang mengutamakan kepraktisan dalam bepergian para pelancong.

Penyediaan hotel kapsul di Digital Airport Hotel juga untuk mendukung fasilitas-fasilitas yang didigitalisasi sebelumnya.
‘’Tren melakukan perjalanan khususnya bagi traveler yang ingin berlibur adalah kepraktisan. Karena itu kami juga mencoba melakukan simplifikasi terhadap sejumlah layanan dengan menghadirkan self check in, self baggage drop, Digital Airport Hotel, iMate Lounge, hingga fasilitas transportasi seperti Skytrain dan sebagainya,’’ ungkap Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, kepada media dikutip Antara.

Kawan GNFI yang ingin menggunakan fasilitas hotel kapsul ini, bisa memesan secara langsung ke Digital Airport Hotel atau melalui jaringan online travel agent (OTA) lainnya. Untuk harga, hotel kapsul di Terminal 2 disewakan mulai dari Rp280.000 untuk durasi enam jam, Rp305.000 untuk sembilan jam, dan Rp350.000 untuk sehari penuh (full day).

Sedangkan harga sewa hotel kapsul di Terminal 3 dimulai dari Rp250.000 untuk durasi enam jam dan Rp375.000 untuk satu malam.

Konsep Smart Airport Bandara Soekarno Hatta

Sejak tahun 2017, PT. Angkasa Pura II memang sudah mulai mengembangkan penerapan konsep Smart Airport di bandara-bandara yang dikelolanya. Salah satunya Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dirasa memiliki peluang pengembangan digitalisasi yang lebih besar. Sehingga membawa dampak positif untuk meningkatkan pendapatan perseroan.

Selain fasilitas e-payment, boarding pass elektronik, dan airport e-commerce, sejak tahun 2018 PT. Angkasa Pura II memang tidak hanya akan fokus pada improving customer experience dan increasing operating efficiency.

‘’Namun lebih dari itu, kini sudah mulai ke new revenue stream,’’ ujar Awaluddin kepada Airmagz. Pengelolaan Smart Airport memang diakui harus fokus pada soft infrastruktur. Bukan hanya fokus pada pembangunan hard infrastruktur seperti pembangunan runway, apron, atau gedung terminal.

‘’Era sekarang pengoperasian bandara harus betul-betul terkoneksi. Aktivitas di bandara sangat kompleks. Airport never sleep,’’ kata Awaluddin saat ia mengumumkan pengusungan Smart Airport pada 2018. Digitalisasi aktivitas bandara, diungkap Awaluddin, diperkirakan akan menghasilkan efisiensi hingga 15 persen serta melahirkan beberapa peluang bisnis yang baru.

Jika sebelumnya data pengunjung bandara hanya sebatas data jumlah pembayaran airport tax, maka saat ini data itu bisa dikelola menjadi sebuah big data sehingga setiap maskapai pun dapat mengintip data jumlah penumpang saingannya.

Hadirnya hotel kapsul pada Digital Airport Hotel merupakan salah satu improvisasi yang dilakukan oleh PT. Angkasa Pura II untuk mendukung digitalisasi bandara, serta efisiensi yang akan memberikan experience baru kepada para pengunjung dan penumpang maskapai.

Konsep Hotel Kapsul yang Makin Tren

Selain karena konsep praktis, efisien, dan tentu lebih murah dibandingkan hotel konvensional, kamar kapsul dipandang makin diminati karena menyajikan keunikan. Dengan perkembangan teknologi dan artificial intelligence (teknologi kecerdasan buatan), hotel kapsul kerap menjadi pilihan mengikuti karakter unik di tengah tren para pelancong yang didominasi kaum milenial saat ini.

‘’Orang Indonesia, untuk tingkat pendidikan sudah tinggi, mudah sekali beradaptasi. Dan kami dibantu dengan tim yang semuanya anak muda,’’ ungkap Rudy Josano pemilik dan pengembang hotel kapsul di Bandara Soekarno-Hatta kepada Kompas, November 2018, saat hotel kapsul pertama kali dikenalkan di Terminal 3.

Karakter tamu hotel kapsul di bandara juga diungkap Rudy memiliki keunikan sendiri. Tamu hotel kapsul bandara kerap dipadati pada Jumat dan Sabtu, yaitu mereka yang bekerja di Jakarta dan hendak pulang untuk berakhir pekan.

Alasan mereka menggunakan hotel kapsul karena mempertimbangkan harga tiket yang murah pada jam tertentu yang mengharuskan mereka tiba lebih awal di bandara. Juga karena mereka tidak ingin terkena macet sehingga memilih datang lebih awal sambil menginap dan menunggu jadwal penerbangan mereka.

Di akhir pekan, ungkap Rudy, tingkat keterisian hotel kapsul bisa mencapai 90 persen. Sedangkan pada hari biasa antara 50-60 persen.








Tags:

Featured Video

Berlangganan Newsletter

Daftarkan emailmu sekarang dan dapatkan newsletter berisi informasi menarik seputar destinasi wisata dan kuliner!