1 Month, 6 Days ago

Ini Dia 7 Kuil Tersembunyi di Tokyo yang Harus Kamu Kunjungi!

Wisata ke Jepang semakin digemari oleh banyak turis setiap tahunnya. Tidak heran jika kamu mengunjungi Tokyo, kamu akan melihat banyak sekali wisatawan asing yang memenuhi ibukota negeri matahari terbit ini. Tempat-tempat wisata ternama sudah pasti akan membuat kamu kurang nyaman menikmati liburan karena penuhnya pengunjung di sana.

Untuk kamu yang mencari destinasi wisata di Tokyo yang antimainstream, atau kamu sekedar ingin menghindari keramaian dan hiruk pikuk di Kuil Senso-ji atau Kuil Meiji-Jingu, kamu bisa mencoba beberapa kuil rekomendasi Akato di bawah ini.

Kuil Gotoku-ji

Gotoku-ji
Sumber: tofugu.com

Kuil ini juga sering disebut sebagai Kuil Kucing. Konon kuil ini juga merupakan tempat lahirnya patung kucing keberuntungan (maneki-neko) yang sering kita temui di berbagai toko.

Dikatakan di era Edo, seorang tuan tanah "diajak" seekor kucing mengunjungi Kuil Gotoku-ji. Seorang biksu di kuil itu kemudian menawarkan secangkir teh kepada tuan tanah. Ketika mereka minum teh sambil berbincang, tiba-tiba terjadi hujan badai. Sang tuan tanah menunggu hingga badai reda dan ketika reda, ia memberikan beras dan tanah kepada sang biksu sebagai tanda terima kasihnya.

Jika kamu mengunjungi kuil ini, kamu akan menemukan bahwa kuil ini dipenuhi oleh maneki-neko. Kamu juga akan menemukan banyak barang-barang diskon, yang pastinya akan menarik untuk kamu bawa pulang sebagai suvenir.

Kuil Hie

Hie Shrine
Sumber: jw-webmagazinedotcom

Kuil Hie terletak di pusat kota Tokyo, tepatnya di area Nagatacho di kawasan Chiyoda-ku (dekat dengan Tameike-Sanno Station). Pada awalnya kuil ini dibangun tahun 1478 di halaman Kastil Edo oleh Ota Dokan, seorang biksu Budha yang juga seorang samurai. Ketika Tokugawa Hidetada meneruskan kekuasaan ayahnya, Tokugawa Ieyasu, kuil ini dipindahkan ke Hayabusa-cho.

Kuil ini dianggap sebagai kuil pelindung Tokyo dan merupakan kuil yang selalu menjadi penyelenggara festival Sanno Matsuri, salah satu dari 3 festival utama Shinto. Festival ini diadakan di pertengahan bulan Juni di tahun yang berangka genap.

Namun jika kamu mengunjungi kuil ini di tahun berangka ganjil, jangan berkecil hati. Kamu masih bisa menikmati khusuknya aula persembahan, aula sembahyang, bagian dalam kuil dan gerbang yang sangat indah. Semuanya ini dianggap sebagai pusaka negara Jepang.

Kuil Ueno Tosho-gu

Ueno Tosho-gu
Sumber: wikimedia.org

Kuil ini dibangun di tahun 1627 dan dipersembahkan kepada Tokugawa Ieyasu, seorang tuan tanah ternama di sejarah Jepang. Kuil Ueno Tosho-gu berada di Ueno Park, taman yang terkenal akan bunga sakuranya dan juga merupakan bagian dari Ueno Zoo.

Untuk menuju ke tempat bersejarah ini, kamu cukup berjalan sebentar dari Ueno Station. Kuil ini telah melalui banyak peristiwa, baik itu kebakaran besar, peperangan, gempa bumi besar hingga salah satu perang bersejarah Perang Ueno di tahun 1868 dan Gempa Bumi Kanto di tahun 1923.

Ueno Park memiliki kuil lainnya yaitu Gojo-Tenjin. Namun yang membuat Kuil Tosho-gu berbeda adalah adanya gerbang kuil bergaya Cina yang dibangun di tahun 1651, yang dihias dengan ornamen emas dan berbagai pahatan bunga dan burung.

Jika kamu berkesempatan mengunjungi kuil ini di bulan Januari hingga Februari, kamu tidak boleh melewatkan keindahan bunga peony yang bermekaran.

Kuil Tomioka Hachiman-gu

Tomioka Hachiman-gu
Sumber: japanvisitor.com

Kuil ini dibangun 1627 dan merupakan kuil terbesar di Tokyo yang didedikasikan bagi dewa perang dan ilmu beladiri, Hachiman. Di tempat ini pula event pertandingan sumo pertama diadakan di abad ke 17. Sejak saat itu pula, kuil ini dianggap keramat di dunia sumo Jepang.

Meskipun kini turnamen sumo diadakan di Ryogoku Kokugikan, kuil ini masih secara rutin mengadakan satu upacara yang unik, yakni upacara keselamatan lalu lintas agama Shinto. Uniknya, di upacara ini kamu akan menemukan seorang biksu memberkati mobil dan mendoakan supaya pemilik mobil dihindarkan dari kecelakaan lalu lintas.

Kamu bisa mencapai tempat ini di distrik Fukugawa di kawasan Koto-ku, dekat dengan Monzen-nakacho Station.

Kuil Zojo-ji

Zojo-ji
Sumber: videoblocks.com

Kuil Zojo-ji (terletak di dekat Kamiyacho Station, area Kanto) dibangun di tahu 1393 dan merupakan kuil ortodoks Budha Jodo-shu. Budha Jodo-shu merupakan aliran cabang dari aliran Budha utama yang disebarkan oleh seorang bekas biksu Tendai bernama Honen.

Kuil ini merupakan kuil resmi yang didedikasikan kepada keshogunan Tokugawa, bahkan termasuk ke dalam aset keluarga Tokugawa ketika itu. Di masa perang dunia kedua kuil ini sempat hancur. Kuil yang ada sekarang ini merupakan sisa-sisa kuil yang dibangun kembali, dimana kamu bisa menemukan 6 buah batu nisan yang didedikasikan kepada keenam shogun Tokugawa.

Kuil Zojo-ji memiliki gerbang utama yang sangat megah, yang disebut Sangedatsumon. Gerbang utama ini memiliki tinggi 21 meter, lebar sekitar 28.7 meter dan kedalaman 17.6 meter. Gerbang ini dibangun di tahun 1622 dan merupakan peninggalan bersejarah Jepang.

Kuil Kiyomizu Kannon-do

Kiyomizu Kannon-do
Sumber: uncover.travel

Kuil ini dibangun dengan meniru Kuil Kiyomizu-dera di Kyoto. Kuil ini dibangun di tahun 1631 di lembah kecil bernama Suribachiyama. Di tahun 1695, kuil ini dipindahkan dari lokasi asalnya dan kini berada di Ueno Park, tidak jauh dari Ueno Station.

Kuil ini memiliki patung dewi pengampun, Kannon, yang dipahat oleh biksu bernama Genshin atau lebih dikenal dengan nama Eshin Sozu. Kannon merupakan bodisatwa, manusia yang berhasil menemukan pencerahan (nirwana) namun memutuskan untuk tetap di dunia demi membantu manusia lain mencapai pencerahan. Menurut legenda setempat, dewi Kannon ini membantu para pasangan yang kesulitan memiliki anak.

Tsukiji Hongan-ji

Tsukiji Hongan-ji
Sumber: flickr.com

Kuil ini merupakan cabang dari sekolah Budhis Jodo Shinshu Hongwanji-ha dan dibangun di tahun 1617. Pada awalnya kuil ini berada di kawasan Yokoyama-cho di dekat Asakusa. Namun kuil ini mengalami kebakaran hebat di tahun 1657 dan pada akhirnya direlokasi di area Tsukiji.

Di tahun 1923 kuil ini kembali hancur akibat gempa bumi hebat dan akhirnya selesai dibangun kembali di thaun 1934. Untuk mencapai tempat ini, kamu hanya perlu berjalan kaki sebentar dari Tsukiji Station.

Bagaimana Sobat Akato? Tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat ini?

Tags:


Featured Video

Newsletter Sign Up

Daftarkan emailmu sekarang dan dapatkan newsletter berisi informasi menarik seputar destinasi wisata dan kuliner!