Kompas  2 Weeks, 3 Days ago

Gunung Bromo Bebas Kendaraan Selama Sebulan

Gunung Bromo
Foto: id.wikipedia.com

Wisatawan yang hendak pergi ke Gunung Bromo, Jawa Timur, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan bermotor di Laut Pasir Bromo, Savana, dan pada 24 Januari-24 Februari 2020. Pasalnya, pada masa tersebut Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menerapkan Bulan Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Month (CFM).

Menurut Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie mengatakan pelaksanaan Car Free Month dilakukan untuk menghormati Wulan Kepitu yang diperingati oleh masyarakat Tengger. "Wulan Kepitu adalah bulan ketujuh dalam kalender masyarakat Tengger dan merupakan bulan yang oleh sesepuh atau tokoh masyarakat Tengger dianggap sebagai bulan yang disucikan atau megengan wulan kepitu," kata John melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (9/1/2020).

Wulan Kepitu digunakan oleh sesepuh masyarakat Tengger melakukan laku puasa mutih yang bertujuan untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. CFM akan diberlakukan mulai 24 Januari 2020 pukul 00.00 WIB hingga 24 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.

Melalui keterangan tertulis, John juga mengatakan CFM adalah salah satu implementasi 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yaitu penghormatan terhadap adat budaya atau kearifan lokal masyarakat Tengger. "Sekaligus merupakan momentum untuk memulihkan atau recovery ekosistem kawasan Bromo dan sekitarnya," tambahnya.

Meski kendaraan bermotor tidak diperbolehkan, aktivitas di lokasi tetap dapat dilakukan dengan menggunakan kuda (wajib menggunakan kantong kotoran kuda), sepeda, tandu, dan jalan kaki. Maka, wisatawan masih dapat berkunjung ke Bromo.

Wisatawan yang membawa kendaraan bermotor akan dibatasi hingga Pintu Masuk Coban Trisula Kabupaten Malang dan Pintu Masuk Senduro Kabupaten Lumajang di Jemplang, Pintu Tengger Laut Pasir Kabupaten Probolinggo di Cemorolawang, dan Pintu Masuk Resort Gunung Penanjakan Wonokitri Kabupaten Pasuruan di Pakis Bincil.

Selama berlakunya CFM, John mengatakan akan dilakukan pengamanan di pintu-pintu masuk dengan dukungan personil dari Balai Besar TNBTS, perwakilan adat masyarakat Tengger, TNI, Polri, dan mitra Balai Besar TNBTS. Dengan diberlakukannya CFM untuk menghormati Wulan Kepitu, John berharap dukungan dari semua pihak terkait yaitu pelaku pariwisata, hingga wisatawan.


Tags:

Featured Video

Berlangganan Newsletter

Daftarkan emailmu sekarang dan dapatkan newsletter berisi informasi menarik seputar destinasi wisata dan kuliner!