Akato  2 Months, 1 Week ago

Eksplorasi Tana Toraja

Tana Toraja
Foto: tripcetera.com

Kabupaten di Sulawesi Selatan yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani ini merupakan destinasi travel yang menyenangkan. Jika kamu menyukai wisata alam dan budaya yang jauh dari kesan modern, Tana Toraja adalah pilihan yang tepat.

Walau terkesan terpencil, akses menuju Tana Toraja sudah dilengkapi dengan berbagai infrastruktur yang memadai. Sejumlah perusahaan bus di Makassar mengoperasikan rute untuk menuju tempat ini, yang bisa memakan waktu hingga delapan jam. Para traveler pun akan semakin terjamin kenyamanannya karena banyaknya ragam pilihan tempat menginap di Rantepao dan sekitarnya. Untuk berkeliling kota, kamu bisa menyewa mobil, motor ataupun ojek.

Kete Kesu
Foto: mapio.net

Lalu apa saja atraksi wisata di Tana Toraja? Pertama-tama kamu bisa mengunjungi Kete Kesu, sebuah desa yang terletak sejauh 4 kilometer dari pusat kota Rantepao. Desa ini merupakan objek wisata ikonik yang selalu dituju para traveler ketika baru pertama kali menginjakkan kaki di Tana Toraja.

Desa ini menyuguhkan panorama perbukitan dan persawahan, lengkap dengan rumah adatnya yang sangat artistik. Selain itu terdapat pula kuburan batu yang dipenuhi tulang belulang manusia.

Pasar Bolu
Foto: ithejer.com

Selanjutnya kamu juga bisa mengujungi Pasar Bolu yang cuma buka sekali dalam 6 hari. Di sini kamu bisa melihat aktivitas penjualan kerbau yang menjadi hewan sakral, yang hebatnya bisa mencapai harga ratusan juta rupiah!

Batutumonga
Foto: arsy.co.id

Atau jika kamu ingin melihat panorama kota Rantepao dari ketinggian, kamu bisa bertolak ke Batutumonga. Di sini kamu bisa menikmati gambaran negeri di atas awan karena letaknnya yang cukup tinggi, yakni di ketinggian 1300 meter di atas permukaan air laut. Kunjungilah tempat ini di sore hari karena cahaya matahari terbenam akan membuat pemandangan semakin indah.

Berbicara mengenai Tana Toraja, terdapat satu tradisi unik di tempat ini yang disebut Tradisi Ma'nene. Ma'nene merupakan tradisi mengganti pakaian jenazah leluhur atau kerabat keluarga di kalangan suku Toraja. Ritual ini sudah berlangsung sejak dahulu, yang biasa digelar di bulan Juli dan Agustus.

Dilangsungkan seusai panen padi, jenazah akan dikeluarkan dari pemakamannya yang disebut patane, dimandikan kemudian dipakaikan pakaian baru. Sebelum dikembalikan ke patane, jenazah akan dijemur di bawah sinar matahari untuk dikeringkan supaya jenazah tetap awet.

Tradisi ini mengajarkan pentingnya hubungan dalam keluarga yang tidak terputus walaupun dipisahkan kematian.

Tags:

Featured Video

Berlangganan Newsletter

Daftarkan emailmu sekarang dan dapatkan newsletter berisi informasi menarik seputar destinasi wisata dan kuliner!